Pages

 

5 Mitos teknologi yang ternyata salah

0 komentar
Ternyata banyak informasi mengenai dunia teknologi maupun sains yang sebenarnya hanya mitos belaka namun terlanjur di percayai masyarakat dan akhirnya sudah menjadi seperti kebenaran umum.
Padahal setelah dibuktikan secara logis menurut sains, ada beberapa hal terkait dunia teknologi yang sudah dianggap kebenaran umum ternyata hanya sebuah mitos yang tidak terbukti menyebabkan risiko atau efek tertentu seperti yang dibenarkan sebelumnya.

1. Pakai ponsel di SPBU bisa picu ledakan

Ketika Anda mengisi BBM di SPBU mana pun, pasti sering menjumpai perintah untuk tak menggunakan ponsel. Ditakutkan, ponsel bisa melepaskan listrik statis yang dapat memicu ledakan.
Dikatakan, ponsel zaman sekarang sudah diberikan perlindungan maksimal sehingga potensi seperti ini sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.


2. Makin banyak bar sinyal, makin baik layanan jaringan

Semakin kuat sinyal ternyata tidak membuat layanan jaringan semakin membaik.
Kualitas layanan jaringan dari operator sebenarnya tidak bergantung total pada berapa banyak sinyal yang tertangkap ponsel, namun sangat bergantung pada banyaknya perangkat yang dilayani sebuah menara BTS operator seluler terdekat yang Anda pakai pada waktu yang sama.

3. Jailbreak iPhone itu tindakan ilegal

Banyak pengguna iPhone di Indonesia yang menganggap jika melakukan jailbreak pada handset iPhone merupakan suatu tindakan ilegal yang melanggar hukum.
Sebenarnya jailbreaking pada iPhone merupakan aktivitas yang legal. Berdasarkan Departemen Hak Cipta Amerika Serikat di mana perusahaan Apple berasal menyebutkan jika melakukan jailbreak pada iPhone saat ini masih menjadi tindakan yang legal sampai tahun 2015.


4. Akses situs porno bakal terkena banyak virus

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, para cybercriminal sekarang ini lebih cerdik dalam menyelipkan 'penyakit' ciptaan mereka dalam berbagai situs, bahkan situs yang dirasa paling aman sekalipun.
Memang ada anggapan bahwa apabila tidak membuka situs-situs yang aneh, tidak jelas apalagi mengakses situs porno maka akan terbebas dari serangan virus, maka hal tersebut perlu diluruskan lagi.

5. Keyboard Qwerty diciptakan untuk memperlambat mengetik

Banyak yang mempercayai anggapan bahwa keyboard qwerty diciptakan untuk memperlambat kecepatan mengetik. Namun anggapan tersebut hanyalah mitos.
Keyboard qwerty diciptakan bukan untuk memperlambat kecepatan mengetik, melainkan untuk mengurangi kesalahan dalam mengetik.
Pada tahun 1870an, editor koran merasa tidak puas karena para juru ketik di perusahaannya sering melakukan kesalahan dalam mengetik sehingga mereka memutuskan untuk memakai keyboard QWERTY.
Ternyata kombinasi kunci masing-masing huruf diletakkan berdasarkan frekuensi kemunculan huruf di keyboard tersebut berhasil mengurangi kesalahan juru ketik mereka. Dan alhasil keyboard QWERTY masih digunakan sampai saat ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 
VIVAblog © 2013 VIVAblog. Supported by Pasartiket